Romansa Al Hikmah dengan Para Masyayikh

sumber foto : Luthpotograph

Sudah hampir setengah tahun tidak menengok kampung santri Benda lagi setelah lulus nyantri di sana. Sepertinya semakin banyak perubahan dan kemajuan di desa santri dan AlQuran itu selepas saya hijrah kembali ke rumah. Terutama tentu saja dengan pondok pesantren tercinta, Al Hikmah 2. Sudah 1 bulan lebih beberapa hari juga saya hijrah kembali ke sebuah pesantren di perantauan saya saat ini, Yogyakarta. Selama itu pula kerinduan saya bertambah saat berada di pondok yang sekarang, Al Barokah. Apalagi saat mengikuti serangkaian acara rutin harian, mingguan, bulanannya.

Al Hikmah, tiba – tiba saya sedang rindu sekali dengan tempat itu. Tempat berjuta ilmu, berjuta keberkahan, kebersamaan, kehangatan meskipun berada di kaki gunung Slamet. Tiba – tiba rindu susana saat berebut tempat di masjid An Nur jika pondok kami dulu dikunjungi oleh para Syekh dari Timur Tengah, para masyayikh yang memberkahi kami dengan ilmunya itu. Tiba – tiba sajasaya merindukan suasana seperti itu lagi.

Berbondong – berbondong kami nggasang (istilah untuk memboking shof) di shof trdepan atau di shof yang strategis agar dapat melihat dengan jelas sosok tinggi besar gagah wangi, sang syekh itu. Meskipun biasanya acara penyambutan baru akan dilaksanakan selepas sholat dhuhur, atau terkadang ashar, atau bahkan pas pengajian malam, kami para santri Al Hikmah sudah bersiap – siap dari sejak paginya, sejak kabar – kabar akan kedatangan Syekh mulai dihembuskan.

Mengingat – mengingat itu saya jadi senyum – senyum sendiri. Pengalaman melihat para Syekh yang pernah singgah di Al Hikmah itu akan menjadi sebuah pengalaman yang paling membagakan. Suatu saat, akan saya ceritakan banyak hal tentang pengalaman itu kepada para anak saya nanti. Hehehehe.

Apalagi saat acara sudah akan dimulai. Semua santri sudah memenuhi masjid An Nur, dalam maupun luar, dari santri putri maupun putra. Di barisan terdepan sudah siap para penabuh genjring (permainan Hadroh) dari grup hadroh santri putra untuk mengiringi pembacaan sholawat selamat datang untuk sang Syekh. Semuanya merinding, saat sholawat badar mulai dikumandangkan oleh grup yang menamakan diri mereka Ahababul Musyafa itu.

detik -detik kedatangan Syekh mulai dikodekan oleh para gus – gus yang ikut hadir. Semua santri berdiri, dan berebut ingin melihat wajah bersih bersinar dari sang Syekh. Menurut saya, hal paling membahagiakan adalah saat bisa dengan jelas dan dekat melihat sang ulama sampai – sampai wangi parfum ukufnya tercium. Subhanallah, seperti wangi ilmu yang bermanfaat dari seorang ulama.

Ah, rasanya saya rindu sekali. Rindu nasihat – nasihat yang disampaikan oleh para syekh yang pernah datang mengunjungi kami di pesantren. Nasihat beliau diterjemahkan oleh Abah tercinta kami K.H. Muhlas Hasyim yang ditemani oleh Abah Sholah, dan beberapa kali Gus Itmam, Gus Nashar ikut menemani di sisi kanan maupun kirinya.

Dengan lancar Abah Muhlas menerjemahkannya dan membawakan dialog itu menjadi dialog interaktif yang mengajak para santri untuk turut bertanya kepadasang Syekh. Rasanya hanya di sana saya mendapat pengalaman hidup luar biasa. Pengalaman mencintai ulama dengan sebegitunya. Pengalaman yang lebih mengharukan sakaligus mengesankan dibanding bertemu dengan artis idola.

Bertemu dengan beliau, adalah keberkahan bagi kami, ilmu bagi kami, ketenangan bagi kami. Alhamdulillah, meski  Abah Yai Masruri sudah tidak dapat hadir di tengah – tengah keramaian di Al Hikmah, namun para ulama dari Arab maupun daerah timur tengah yang lain masih berkenan hadir mengunjungi santri – santrinya. Libanon, Arab Saudi, Mesir, Syiria, bahkan sampai ulama dari Inggris pernah mengunjungi kami. Alhamdulillah dari sekianya, saya bisa merasakan atmosfir dengan para ulama itu.

Barakallah Al Hikmah 2, semoga para Yainya tetap dilimpahi kesehatan.

Selamat bertemu kembali, di pengabdian 4 tahun mendatang.

Salam dari santri di pojok cerita Yogyakarta, di pojok cerita UGM. Selamat Pagi semua 🙂

Facebook Comments

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *